1. Apakah cyberstalking itu ?
Cyberstalking adalah penggunaan internet atau alat elektronik lainnya untuk melecehkan seseorang,
sekelompok orang, atau organisasi. Ini mungkin
termasuk tuduhan
palsu, pemantauan,
membuat ancaman, pencurian identitas,
kerusakan pada data atau peralatan,
permohonan dari anak-anak untuk seks, atau mengumpulkan informasi dalam rangka untuk melecehkan. Aksi
cyberstalking bisa sangat berbahaya dan menakutkan, terutama bagi anak dan remaja. Hal ini lantaran informasi identitas pribadi
seseorang yang tidak diketahui di Internet memberikan peluang bagi para penguntit
(stalker) untuk berkeliaran bebas menjalankan aksinya. Cyberstalker (pelaku
cyberstalker alias penguntit) bahkan sering melakukan tindakkan ekstrim
karena mereka merasa tidak dapat ditangkap dan/atau dihukum karena sulit
dideteksi. (Dari Wikipedia bahasa
Indonesia, ensiklopedia bebas)
Contoh : “Penipuan dan pencurian identitas”
Pencurian identitas adalah menggunakan identitas
orang lain seperti KTP, SIM, atau paspor untuk kepentingan pribadinya, dan
biasanya digunakan untuk tujuan penipuan. Umumnya penipuan ini berhubungan
dengan Internet, namun sering juga terjadi di kehidupan sehari-hari. Misalnya
penggunaan data yang ada dalam kartu identitas orang lain untuk melakukan suatu
kejahatan. Pencuri identitas dapat menggunakan identitas orang lain untuk suatu
transaksi atau kegiatan, sehingga pemilik identitas yang aslilah yang kemudian
dianggap melakukan kegiatan atau transaksi tersebut.
Tujuan
Cyberstalking.
- Mengawasi aktivitas online korban via spyware (yaitu program yang dirancang untuk memata-matai komputer atau ponsel seseorang secara jarak jauh)
- Melacak lokasi korban menggunakan teknologi GPS
- Mencegat dengan panggilan ponsel atau SMS seseorang
- Berkedok sebagai korban
- Mengawasi dan menonton aktivitas korban lewat kamera tersembunyi
1. Kriteria Cyberstalking.
· Tuduhan palsu. Banyak
cyberstalkers mencoba untuk merusak reputasi
korban mereka. Mereka posting informasi palsu
tentang mereka di situs dan website tertentu. Mereka mungkin mengatur situs
mereka sendiri, blog atau halaman pengguna untuk tujuan kejahatan ini. Mereka
memposting dugaan tentang korban untuk newsgroup, chat room
atau situs lainnya yang memungkinkan kontribusi
masyarakat.
·
Upaya untuk mengumpulkan informasi tentang korban. Cyberstalkers
mungkin melakukan pendekatan
dengan teman-teman korban mereka, keluarga dan rekan
kerja untuk mendapatkan informasi pribadi. Mereka dapat memantau informasi di
Internet, atau menyewa seorang detektif swasta. Mereka akan sering memonitor aktivitas
online korban dan berusaha untuk melacak alamat IP mereka dalam upaya untuk mengumpulkan informasi
lebih lanjut tentang korban-korban mereka.
· Mendorong orang
lain untuk melecehkan korban. Banyak cyberstalkers mencoba untuk
melibatkan pihak ketiga dalam pelecehan ini. Mereka mungkin mengklaim korban
telah merugikan penguntit atau keluarganya dalam beberapa cara, misalnya dengan
memposting nama korban dan nomor telepon untuk
mendorong orang lain ikut mengganggu korban.
· Salah korban. cyberstalker akan
mengklaim bahwa korban melecehkan dirinya.
· Serangan terhadap
data dan peralatan. Mereka mungkin mencoba untuk merusak komputer korban dengan
mengirimkan virus.
·
Memesan barang dan jasa. Mereka memesan barang atau berlangganan majalah atas nama korban. Ini sering
melibatkan langganan untuk melakukan tindakkan pornografi atau memesan mainan seks kemudian
dikirim ke tempat korban.
·
Mengatur pertemuan. Para pemuda
menghadapi risiko
tinggi terutama terhadap cyberstalkers yang mencoba untuk mengatur
pertemuan di antara mereka.
2. Motif Cyberstalking.
Motif para pelaku kejahatan ini adalah untuk
mendapatkan software-software premium secara gratis, memanfaatkan kartu kredit
atau akun orang lain untuk melakukan pembayaran. Yang dirugikan dalam kasus ini
tentu saja korban yang tercuri datanya. Para pelaku bisa mendapakan barang yang
dia inginkan tanpa harus membayar dengan uang mereka sendiri.
1. Solusi Cyberstalking.
Amankan selalu data pribadi anda agar tidak
diketahui orang lain dan dapat dimanfaatkan orang lain dengan tidak bertanggung
jawab, pastikan anda rutin mengganti password pada akun anda yang berisi data
berharga dan materi / uang.
1. Peran IT dalam Memerangi Cyberstalker.
Jika menemukan
bahwa penguntit online telah pergi, salah satu cara yang efektif adalah dengan
menggunakan email reverse look-up. Profesional yang berpengetahuan luas yang
memiliki alat untuk melakukan penyelidikan untuk menemukan identitas sebenarnya
dari penguntit cyber. Tidak hanya dapat nama lengkap mereka, tetapi dapat juga memperoleh alamat di mana mereka
tinggal, nomor telepon mereka, aktivitas online mereka terlibat dalam di situs
web tertentu, Internet Service Provider (ISP) yang mereka gunakan, dan
berbagai informasi bermanfaat lainnya yang bermanfaat, email reverse look-up dilakukan untuk
mengungkap dan mengintai dunia maya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar