Sabtu, 28 April 2012

Cyber Stalking (Pencurian Dunia Maya) By Lili. S

1.       Apakah cyberstalking itu ?
Cyberstalking adalah penggunaan internet atau alat elektronik lainnya untuk melecehkan seseorang, sekelompok orang, atau organisasi. Ini mungkin termasuk tuduhan palsu, pemantauan, membuat ancaman, pencurian identitas, kerusakan pada data atau peralatan, permohonan dari anak-anak untuk seks, atau mengumpulkan informasi dalam rangka untuk melecehkan. Aksi cyberstalking bisa sangat berbahaya dan menakutkan, terutama bagi anak dan remaja. Hal ini lantaran informasi identitas pribadi seseorang yang tidak diketahui di Internet memberikan peluang bagi para penguntit (stalker) untuk berkeliaran bebas menjalankan aksinya. Cyberstalker (pelaku cyberstalker alias penguntit) bahkan sering melakukan tindakkan ekstrim karena mereka merasa tidak dapat ditangkap dan/atau dihukum karena sulit dideteksi. (Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)

Contoh : “Penipuan dan pencurian identitas”

Pencurian identitas adalah menggunakan identitas orang lain seperti KTP, SIM, atau paspor untuk kepentingan pribadinya, dan biasanya digunakan untuk tujuan penipuan. Umumnya penipuan ini berhubungan dengan Internet, namun sering juga terjadi di kehidupan sehari-hari. Misalnya penggunaan data yang ada dalam kartu identitas orang lain untuk melakukan suatu kejahatan. Pencuri identitas dapat menggunakan identitas orang lain untuk suatu transaksi atau kegiatan, sehingga pemilik identitas yang aslilah yang kemudian dianggap melakukan kegiatan atau transaksi tersebut.

Tujuan Cyberstalking.

  • Mengawasi aktivitas online korban via spyware (yaitu program yang dirancang untuk memata-matai komputer atau ponsel seseorang secara jarak jauh)
  • Melacak lokasi korban menggunakan teknologi GPS
  • Mencegat dengan panggilan ponsel atau SMS seseorang
  • Berkedok sebagai korban
  • Mengawasi dan menonton aktivitas korban lewat kamera tersembunyi
1.       Kriteria Cyberstalking.
·         Tuduhan palsu. Banyak cyberstalkers mencoba untuk merusak reputasi korban mereka. Mereka posting informasi palsu tentang mereka di situs dan website tertentu. Mereka mungkin mengatur situs mereka sendiri, blog atau halaman pengguna untuk tujuan kejahatan ini. Mereka memposting dugaan tentang korban untuk newsgroup, chat room atau situs lainnya yang memungkinkan kontribusi masyarakat.
·         Upaya untuk mengumpulkan informasi tentang korban. Cyberstalkers mungkin melakukan pendekatan dengan teman-teman korban mereka, keluarga dan rekan kerja untuk mendapatkan informasi pribadi. Mereka dapat memantau informasi di Internet, atau menyewa seorang detektif swasta. Mereka akan sering memonitor aktivitas online korban dan berusaha untuk melacak alamat IP mereka dalam upaya untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut tentang korban-korban mereka.
·         Mendorong orang lain untuk melecehkan korban. Banyak cyberstalkers mencoba untuk melibatkan pihak ketiga dalam pelecehan ini. Mereka mungkin mengklaim korban telah merugikan penguntit atau keluarganya dalam beberapa cara, misalnya dengan memposting nama korban dan nomor telepon untuk mendorong orang lain ikut mengganggu korban.
·         Salah korban. cyberstalker akan mengklaim bahwa korban melecehkan dirinya.
·         Serangan terhadap data dan peralatan. Mereka mungkin mencoba untuk merusak komputer korban dengan mengirimkan virus.
·         Memesan barang dan jasa. Mereka memesan barang atau berlangganan majalah atas nama korban. Ini sering melibatkan langganan untuk melakukan tindakkan pornografi atau memesan mainan seks kemudian dikirim ke tempat korban.
·         Mengatur pertemuan. Para pemuda menghadapi risiko tinggi terutama terhadap cyberstalkers yang mencoba untuk mengatur pertemuan di antara mereka.

2.       Motif Cyberstalking.
 Motif para pelaku kejahatan ini adalah untuk mendapatkan software-software premium secara gratis, memanfaatkan kartu kredit atau akun orang lain untuk melakukan pembayaran. Yang dirugikan dalam kasus ini tentu saja korban yang tercuri datanya. Para pelaku bisa mendapakan barang yang dia inginkan tanpa harus membayar dengan uang mereka sendiri.
1.       Solusi Cyberstalking.
 Amankan selalu data pribadi anda agar tidak diketahui orang lain dan dapat dimanfaatkan orang lain dengan tidak bertanggung jawab, pastikan anda rutin mengganti password pada akun anda yang berisi data berharga dan materi / uang.

1.       Peran IT dalam Memerangi Cyberstalker.
Jika menemukan bahwa penguntit online telah pergi, salah satu cara yang efektif adalah dengan menggunakan email reverse look-up. Profesional yang berpengetahuan luas yang memiliki alat untuk melakukan penyelidikan untuk menemukan identitas sebenarnya dari penguntit cyber. Tidak hanya dapat nama lengkap mereka, tetapi  dapat juga memperoleh alamat di mana mereka tinggal, nomor telepon mereka, aktivitas online mereka terlibat dalam di situs web tertentu, Internet Service Provider (ISP) yang mereka gunakan, dan berbagai informasi bermanfaat lainnya yang bermanfaat,  email reverse look-up dilakukan untuk mengungkap dan mengintai dunia maya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar